Posted on

Ingin Men-deploy Sendiri Server Blynk Kamu? Inilah caranya

Mungkin bagi beberapa makers, terutama yang baru terjun di dunia “ngoprek” belakangan ini, belum pernah mendengar yang namanya Blynk. Namun, meskipun terdengar asing, Blynk bisa menjadi salah satu alternatif tools bagi makers, khususnya yang pemula, untuk mulai bikin sesuatu. Mengapa sih makers perlu mencoba bereksperimen dengan menggunakan Blynk? Alasannya simpel, yaitu karena fiturnya yang unik: drag-n-drop. Fitur ini memungkinkan makers untuk membuat aplikasi IoT untuk Arduino atau Raspberry Pi kamu dengan cara yang intuitif dan ramah pemula pula.

Tapi salah satu kekurangan dari menggunakan Blynk adalah mobile app-nya yang, karena digamifikasi dengan sistem “energi”, akan terasa terbatasi karena bisa habis kalau kamu terlalu sering menggunakannya, meskipun kamu bisa mengisi ulangnya dengan membeli energi tambahan, selayaknya membeli gems di Clash of Clans. Tapi—psst!—tahukah kamu kalau kamu bisa meng-override keterbatasan ini?

Caranya adalah dengan mendeploy server Blynk kamu sendiri! Dengan begini, kamu tak hanya bisa mendapatkan energi yang secara teknis tak terbatas (karena energinya bisa kamu atur semau kebutuhan), kamu juga jadi mendapatkan pilihan-pilihan kustomisasi lainnya yang tak tersedia kalau kamu menggunakan Blynk reguler.

So, bagaimanakah proses pen-deploy-annya? Simak di video di bawah ini. Yuk mulai bikin!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *